Kamis, 30 November 2017

Makanan Khas Tegal Part.1

Halo temen-temen ...
Kali ini aku mau posting tentang makanan-makanan khas tegal nih
Apa aja sih? Penasaran kan kalian?

1. Tahu Aci 
Tahu aci itu terbuat dari tahu dan aci, pastinya. Dan acinya itu biasanya ditambahi daun kucai sama garam supaya ada rasanya. Tahunya dipotong jadi dua supaya berbentuk segitiga, setelah itu baru deh diatasnya ditempelin aci, trus tahu aci siap digoreng deh. Buat yang suka pedes, makannya bisa pakai cabe rawit atau buat yang ngga suka pedes bisa pakai cabai rawit dipotong kecil-kecil trus ditambahin pake kecap (kecap tengis). Enak lho rasanya, apalagi kalo masih anget-anget, rasanya yummy. 


Tahu Aci


2. Olos
Apa sih olos itu? Pasti asing kan buat kalian yang bukan berasal dari Tegal? Yup, olos itu  makanan khas Tegal. Dibuat dari Aci/tepung terigu dibentuk jadi bulat-bulat dan di dalamnya berisi kol dan irisan cabe rawit abis itu di goreng sampe kecoklatan deh. Rasanya pasti pedes dong yhaa... . Nah olos ini cocok banget sih buat yang suka pedes, yang ngga suka pedes gimana? Masih bisa kok makan olos ini, ada triknya buat yang ngga suka pedes supaya bisa makan olos. Caranya??? 1 olos dipotong dulu jadi 2 trus dicari cabe rawitnya abis itu dibuang deh, hehe... simple kan? Nah beli olos yang enak ini dimana? Recommended-nya sih di depan SMA N 1 Tegal, Jl. Menteri Supeno, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal. Olos di depan sekolahku ini enak banget deh serius, dijamin ngga boong hehe... 
 
Olos
3. Pilus
Pilus?? Pasti tau kan apa itu pilus? Yup, ini juga makanan khas Tegal lho ternyata. Nah pilus yang bentuknya bulet-bulet kecil ini enaknya sih dimakan pake makanan yang ada kuahnya misalnya bakso atau mie ayam. Rasanya endess banget beuuh..  . Atau biasanya buat jajanan anak-anak juga bisa juga pilus ini dicampur sama cilok trus dikasih kecap sama saos.

Pilus

4. Kupat Bongkok 
Nah buat makanan yang satu ini, pasti kalian baru denger. Karna makanan yang satu ini Cuma ada di Tegal guys.. . Jadi kalian kalo cari makanan kupat bongkok di daerah manapun selain Tegal pasti ngga ada. Kenapa sih namanya aneh? Kupat Bongkok? Yup, jadi Bongkok itu adalah nama suatu desa di daerah Kabupaten Tegal. Nah yang jualan kupat bongkok ini yaa orang Bongkok makanya dinamain Kupat Bongkok. Kupat bongkok ini identik dengan kupatnya sama mie kenyolnya, mie kenyol itu mie yang kalo dimakan rasanya kenyal-kenyal yaa temen-temen. Makan kupat bongkok ini ngga lengkap kalo ngga ada krupuk mie. Jadi kalo makan kupat bongkok ini harus pake krupuk mie hehe tergantung selera sih. Rasanya gimana?? Dijamin enak. Kupat bongkok paling enak sih di deket alun-alun tegal temen-temen. Jadi kalo temen-temen main ke alun-alun Tegal bisa tuh mampir. Tapi jualannya cuma pagi aja ya temen-temen. Kalo malam ngga ada yang jual. Buat cara bikinnya gimana? Mungkin temen-temen bisa search di Google yaa.

Kupat Bongkok

Nah, segini dulu ya temen-temen. Sebenernya masih banyak sih makanan khas Tegal lainnya, dan bakal aku posting di postingan aku selanjutnya.. 

Sampai jumpa minggu depan ....
Jangan lupa kalo main ke Tegal cobain kuliner Tegal yaaa.... 

Kamis, 16 November 2017

Tedhak siten???

haloo kali ini aku mau posting salah satu budaya jawa yaitu tedhak siten. Tapi, btw pake bahasa jawa yaa, kalo ngga tau bisa diterjemahin pake google translate yaa.. . Nah, apasih tedhak siten itu?

Tedhak siten iku salah satunggaling upacara adat jawa kagem bocah umuripun 7 selapan, nalika bocah iku wau nembe pisanan ajar mlaku. Tedhak siten iku nduweni tujuan  atur puji syukur marang gusti Allah lan ngindari  kadadeyan  sing ora becik. Piranti lan ubarampe tedhak siten werna-werna kayata pengaron, klasa sing isih anyar, udik-udik utawa duit logam, jadah pitung werna lan bancakan. 

Tata caranipun upacara tedhak siten yaiku :
1. Ingkang kapisan bocah dituntun ibune mlaku maju lan ngidhak jadah 7 werna ingkang kagawe saking ketan.
2. Ingkang kaping pindho, bocah dituntun munggah tangga ingkang kagawe saking wit tebu “arjuna” lajeng mudhun maneh.
3. Ketiga yaiku bocah dituntun kangge mlaku ing pasir
4. Ingkang kaping sekawan bocah dipunlebetaken dhateng kurungan ingkang dilambari klasa
5. Ingkang kaping lima, bapak lan simbah bocah nyebar udik-udik utawa duit logam dipuncampur kembang
6. Ingkang kaping enem bocah wau diadusi ngangge banyu setaman ingkang sampun dicampur kembang-kembang
7. Ing pungkasan upacara bocah didandani ngagem klambi resik lan apik

Ini adalah salah satu rangkaian acara dari tedhak siten :




Jumat, 13 Oktober 2017

Pencapaian dan prestasi Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan

1.       Pencapaian dan prestasi:
·      Mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Indonesia (1986)
·      Memperoleh gelar Master dan Doctor di bidang ekonomi dari University Illinois at Urbana-Champaign pada 1992.
·      Direktur eksekutif IMF (2002-2004)
·      Menteri keuangan Kabinet Indonesia Besatu (7 Desember 2005 – 20 Mei 2010)
·      Kepala badan perencanaan pembangunan nasional/menteri negara perencanaan pembangunan nasional indonesia ke-8 (21 Oktober 2004 – 7 Desember 2005)
·      Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura
·      Wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
·      Wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008
·       Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (13 Juni 2008 – 20 Oktober 2009)
·      Direktur pelaksana Bank Dunia (1 Juni 2010 – 27 Juli 2016)
·      Menteri keuangan Kabinet Kerja (27 Juli 2016 – sekarang)
2.       Hal yang dapat diteladani dan diterapkan:
·         Gemar membaca :
Teori Moneter oleh Lembaga Penerbitan UI (1986), A Case of Indonesia (1992), Tantang Ekspor Non Migas Indonesia (1994), Workers in an Integrating World, Discuss Panel World Development Report (1995), Tumbuh Tinggi dengan Uang Ketat (1996)
·         wanita yang sukses berkarir sekaligus sukses menjadi ibu rumah tangga.
·         Tanggung jawab dan loyalitasnya
·         Sederhana
·         Tidak sombong

Sumber : 

Minggu, 08 Oktober 2017

Prosedur karya Ilmiah

haloo kali ini mau post prosedur penyusunan karya ilmiah nih ...

PROSEDUR MENYUSUN KARYA ILMIAH

Karya Ilmiah merupakan laporan tertulis dari hasil observasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan. Karya ilmiah sendiri sering dilombakan dalam berbagai tingkat kejuaraan. Tidak heran jika hadiah dalam lomba tersebut dinilai cukup besar, karena memang proses pembuatan karya ilmiah terbilang cukup rumit dan memakan waktu lama. Tapi bagi Anda yang masih pemula, dan ingin membuat karya ilmiah, panduan berikut ini mungkin dapat bermanfaat untuk Anda dalam membuat suatu karya ilmiah. Dengan memperhatikan panduan tersebut anda dapat membuat karya ilmiah dengan baik dan benar. Dalam pembuatan sebuah karya ilmiah dibutuhkan beberapa tahapan-tahapan, diantaranya yaitu : tahap persiapan, tahap penulisan, dan tahap evaluasi.
Tahap pertama adalah tahap persiapan. Tahap persiapan sendiri, berisi langkah-langkah yang harus ada dalam penulisan sebuah karya ilmiah. Berikut langkah-langkah yang ada dalam tahap persiapan.
Langkah pertama adalah memilih topik dan tema. Langkah awal agar bisa membuat karya ilmiah adalah memilih topik. Topik adalah bidang medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Sementara itu, tema diartikan sebagai pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Topik yang memang masih terlalu luas harus dibatasi menjadi sebuah tema.

Langkah kedua adalah mengumpulkan bahan. Setelah memilih topik dan menentukan tema, Anda mulai mengumpulkan bahan untuk memperkaya pengetahuan Anda dan sebagai landasan teoritis dari karya ilmiah tersebut. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak atau elektronika. Bahan yang dikumpulkan harus relevan dengan topik dan tema yang akan ditulis.

Langkah ketiga adalah melakukan survei lapangan. Anda harus melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian.

Langkah keempat adalah membangun bibliografi, yaitu kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

Langkah kelima adalah menyusun hipotesis atau dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.

Langkah keenam adalah menyusun rancangan penelitian, yang merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan. Kerangka penulisan ini yang nantinya bertujuan agar penulis mengorganisasikan ide-idenya, mempercepat proses penulisan, dan dapat meningkatkan kualitas bahasa.

Langkah ketujuh adalah Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan. Langkah ini merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan obyek penelitian.
Langkah kedelapan adalah Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data. Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut. Setelah melakukan pengamatan Anda harus mencatat apa saja yang diperoleh dari pengamatan tersebut yang kemudian digunakan sebagai data Anda.

Langkah kesembilan adalah Menganalisis dan Menginterpretasikan Data, yaitu menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.

Selanjutnya adalah Merumuskan Kesimpulan dan Teori. Anda harus merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Di sini Anda menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap obyek penelitian.

Tahap yang kedua adalah tahap penulisan. Dalam tahap penulisan ini, karya ilmiah ditulis sesuai dengan sistematika penyajiannya. Berikut format umum penulisan karya ilmiah:

  • Bagian Permulaan
    1. Halaman Sampul
      • Judul
      • Jenis laporan (KTI, skripsi, tesis, disertasi)
      • Nama, NIM Mahasiswa
      • Lambang Institusi
      • Nama Lengkap Universitas
    2. Halaman logo
    3. Halaman judul
      Penulisan judul jika lebih dari 1 baris maka ditulis seperti piramida terbalik
    4. Halaman Persetujuan
      • Persetujuan Pembimbing
      • Pengesahan untuk para penguji
    5. Kata Pengantar
    6. Ucapan Terimakasih
    7. Abstrak
    8. Daftar Isi
    9. Daftar tabel, gambar dan lampiran
  • Bagian Isi
    1. Pendahuluan
      • Latar belakang pengambilan topik
      • Perumusan masalah
      • Tujuan
      • Manfaat Penelitian
Ø  Manfaat teoritis
Ø  Manfaat praktis
    1. Kerangka Teori/Tinjauan Pustaka
§  Peneliti terdahulu
§  Kajian teori
§  Hipotesis
    1. Metodologi Penelitian
      • Rancangan/desain penelitian
      • Tempat dan waktu penelitian
      • Populasi
      • Pengambilan sampel
      • Cara pengolahan data
    2. Hasil Penelitian dan Pembahasan
      • Penguraian hasil penelitian
      • Membahas hasil penelitian berdasarkan tinjauan kepustakaan yang telah dibuat
    3. Kesimpulan dan Saran

Tahap yang terakhir adalah Evaluasi. Kerangka yang Anda buat lalu akan dikembangkan menjadi beberapa paragraf dengan memperhatikan beberapa hal dalam pengembangannya. Setelah karya ilmiah tersebut dirasa sudah lengkap kegiatan berikutnya yang harus Anda lakukan adalah evaluasi. Hal yang harus menjadi perhatian diantaranya yaitu isi artikel, sistematika penyajian dan bahasa yang digunakan. Evaluasi ini dapat dilakukan oleh Anda sendiri, dapat juga dengan bantuan orang lain. Setelah melalui proses evaluasi ini, penulis mulai merevisi karya tulisnya. Tahap ini bertujuan untuk memeriksa atau memperbaiki berbagai kesalahan atau kekurangan dalam karya ilmiah Anda. Pada akhirnya, draf final karya tulis ilmiah tersebut dapat disusun dan dipublikasikan.




Sumber :
Buku facil Grafindo





Jumat, 15 September 2017

Contoh Laporan Biologi (Ingenhousz)

BAB I
PENDAHULUAN

Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organic serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan.Oleh karena itu proses pengubahan memerlukan energy cahaya, maka asimilasi zat karbon disebut fotosintesis.Fotosintesis adalah proses pengubahan zat organic H2O  dan COoleh klorofil menjadi  zat organic (karbohidrat) dengan pertolongan cahaya.Sumber energi cahaya alami adalah matahari.Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum .Masing-masing spektrum  mempunyai panjang gelombang yang berbeda,sehingga pengaruh terhadap proses fotosintesis pada tumbuhan juga berbeda.
Selain cahaya yang mempengaruhi fotosintesis terdapat faktor lainnya yaitu ketersediaan air, intensitas cahaya, konsentrasi CO2 , serta temperatur terhadap fotosintesis tumbuhan air  Hydrilla.

B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap proses fotosintesis  tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata)?
2.      Apakah  pengaruh lampu dapat menggantikan cahaya matahari?

C. Tujuan
1.      Mengetahui pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap proses fotosintesis  tumbuhan air Hydrilla (Hydrilla verticillata).
2.      Mengetahui cahaya lamppu dapat menggantikan cahaya matahari

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda.
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya. Bahan-bahan yang digunakan tumbuhan untuk membuat makanannya adalah zat hijau daun, air, karbon dioksida, dan cahaya matahari ataupun lampu. Air diperoleh tumbuhan dari dalam tanah. Air dari tanah diserap oleh akar. Air disalurkan ke daun melalui pembuluh angkut (xylem). Karbon dioksida diperoleh dari udara yang masuk melalui mulut daun (stomata). Cahaya diserap oleh klorofil. Air yang sampai pada daun (di bagian kloroplas) digunakan bersama karbon dioksida untuk proses fotosintesis. Melalui proses fotosintesis, tumbuhan mengubah air dan karbon dioksida menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan sinar matahari atau cahaya yang cukup.
 Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi dan hasil tersebut kita kenal dengan karbohidrat dalam makanan. Di dalam organel kloroplas terdapat klorofil dan molekul-molekul yang membantu penangkapan energi sinar matahari.
Proses fotosintesis ini berlangsung melalui dua tahap reaksi yaitu:
1.Reaksi terang:
Reaksi yang terjadi jika klorofil menyerap cahaya merah atau nilayang memiliki gelombang panjang tertentu. Energi cahaya ini digunakanmemecah molekul air yang disebut peristiwa fotolisis.
2. Reaksi gelap:
Reaksi yang tidak memerlukan cahaya. R eaksi ini disebut  juga reaksi BlackmanHasil akhir dari reaksi-reaksi tersebut merupakan senyawa organik glukosa  dan oksigen sesuai   dengan persamaan umum fotosintesis.  
          
Ø  Klasifikasi Tumbuhan Hydrilla
Hydrilla verticillata (L. f.) Royle
Nama umum    :
Indonesia         : Ganggang, ganggeng (Jawa)
Inggris             : Water thyme

Klasifikasi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas         : Alismatidae
Ordo                 : Hydrocharitales
Famili              : Hydrocharitaceae
 
Genus               : Hydrilla
Spesies             : Hydrilla verticillata (L. f.) Royle
Ø  Tentang NaHCO3
Natrium bikarbonat dengan rumus kimia NaHCO3, adalah bahan kimia berbentuk kristal putih yang larut dalam air, yang banyak dipergunakan di dalam industri makanan/biskuit (sebagai baking powder), pengolahan kulit, farmasi, tekstil, kosmetika, pembuatan pasta gigi, pembuatan permet (candy) dan industri pembuatan batik.Karena bersifat alkaloid (basa),senyawa ini juga digunakan sebagai obat antacid (penyakit maag)
Pada skala industri, natrium bikarbonat dapat diproduksi melalui
 proses Solvay yaitu reaksi antara natrium karbonat, air dan gas karbon dioksida: Na2CO3 + H2O + CO2 --> 2NaHCO3.
NaHCO3
 dapat membantu laju reaksi fotosintesis tanaman.penambahan NaHCO3 memperbanyak gelembungnya karena ketika NaHCO3 berikatan dengan H2O menghasilkan CO2. CO2 dibutuhkan dalam reaksi fotosintesis sebagai bahan utama ,yang reaksinya ;
6CO2
 + 6H2O + (
Cahaya Matahari) +klorofil Ã  6C6H12O6 + 6O2 

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Waktu Penelitian
1.      Hari, tanggal    : Rabu, 28 September 2016
2.       Waktu             : 12.30 - 14.00 WIB
3.      Tempat            : Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Tegal
B.     Variabel Penelitian
1.      Variabel kontrol  : tumbuhan Hydrilla
2.      Variabel bebas     : cahaya
3.      Variabel terikat    : banyak gelembung udara (oksigen) dan laju reaksi fotosintesis
C.    Alat dan Bahan
1.      Alat
·      Gelas kimia
·      Tabung reaksi
·      Corong gelas
·      Kawat untuk menahan corong
·      Lampu bohlam 60 watt
·      Fiting lampu
2.      Bahan
·      15 gram tumbuhan Hydrilla
·      Air
D.    Cara Kerja
1.      Isilah gelas kimia dengan air, kemudian masukkan tanaman Hydrilla kedalam gelas kimia yang sudah berisi air tersebut.
2.      Masukkan corong gelas kedalam gelas kimia tersebut dengan posisi terbalik dan disangga oleh kawat supaya posisinya tetap berada di tengah-tengah gelas kimia.
3.      Masukkan air kedalam tabung reaksi, kemudian masukkan tabung reaksi ke dalam batang corong gelas dengan posisi terbalik.
4.      Nyalakan lampu bohlam 60 watt, kemudian letakkan perangkat percobaan dibawah lampu.
5.      Amati yang terjadi pada tabung reaksi setiap lima menit.

BAB IV
PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengamatan
No
Perlakuan
Jumlah Gelembung
5 menit ke-1
5 menit
ke-2
5 menit
ke-3
5 menit
ke-4
5 menit
ke-5
5 menit
ke-6
Volume
1.
Tempat  gelap cahaya lampu
13
15
16
19
21
22
0,25 ml

            Berdasarkan hasil pengamatan, saat tumbuhan Hydrilla seberat 15 gram yang diletakkan di tempat gelap dengan disinari lampu bohlam 60 watt pada 5 menit pertama gelembung yang muncul sedikit banyak yaitu 13 gelembung udara, kemudian pada 5 menit kedua bertambah dua gelembung sehingga jumlah gelembung udara yang muncul menjadi 15 gelembung. Pada 5 menit ketiga jumlah gelembung hanya bertambah satu sehingga jumlahnya menjadi 16 gelembung. Pada 5 menit keempat bertambah tiga gelembung sehingga jumlah gelembung menjadi 19 gelembung. Pada 5 menit kelima bertambah dua gelembung sehingga jumlah gelembung menjadi 21 gelembung. Pada 5 menit keenam hanya bertambah satu gelembung saja sehingga jumlah gelembung pada 5 menit keenam menjadi 22 gelembung. Volume yang dihasilkan saat 5 menit keenam adalah 0,25 ml atau setara dengan 5 tetes karena 1 ml nya setara dengan 10 tetes.
            Dengan munculnya gelembung-gelembung udara pada percobaan ditempat gelap dengan disinari lampu bohlam 60 watt menandakan bahwa terjadi proses fotosintesis. Artinya proses fotosintesis tidak hanya terjadi jika disinari dengan cahaya matahari secara langsung saja tetapi jika disinari dengan lampu pun masih dapat terjadi proses fotosintesis. Laju reaksi fotosintesis pada percobaan yang kami lakukan sedikit lambat dapat dilihat dari hasil pengamatan bahwa setiap 5 menit pertama hingga 5 menit terakhir bertambahnya jumlah  gelembung udara (oksigen) yang dihasilkan hanya berkisar 1 hingga 3 gelembung. Banyak sedikitnya gelembung udara yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jarak lampu, intensitas cahaya lampu, jumlah daya lampu, dan jumlah tumbuhan Hydrilla.
Besar intensitas cahaya berbanding terbalik dengan jarak, maksudnya semakin kecil jaraknya maka semakin besar intensitas cahaya yang terbentuk. Sebaliknya, semakin besar jaraknya maka semakin kecil intensitas cahaya yang terbentuk. Saat jaraknya kecil, intensitas cahayanya besar, dan gelembung yang dihasilkan juga banyak. Saat jaraknya besar, intensitas cahayanya kecil, dan gelembung yang dihasilkan juga sedikit. Hal ini membuktikan bahwa besarnya intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis, karena semakin besar intensitas cahaya, gelembung udara (oksigen) yang terbentuk banyak, berarti laju fotositesisnya cepat. Sedangkan pada intensitas cahaya yang kecil, gelembung udara (oksigen) yang terbentuk sedikit, hal ini mengakibatkan laju fotosintesisnya lambat.
Jumlah daya pada lampu bohlam juga sangat berpengaruh terhadap laju fotosintesis karena semakin besar jumlah dayanya maka semakin terang dan dapat mempercepat laju reaksi fotosintesis dan gelembung yang dihasilkan banyak. Sedangkan semakin kecil jumlah dayanya maka cahaya yang dihasilkan tidak terlalu terang sehingga mengakibatkan lambatnya laju fotosintesis dan gelembung yang dihasilkan sedikit.
Jumlah tumbuhan Hydrilla juga berpengaruh terhadap laju reaksi fotosintesis, semakin  banyak Hydrilla maka gelembung udara (oksigen) yang terbentuk akan semakin banyak dibandingkan jika hanya menggunakan sedikit Hydrilla.
Pada percobaan yang kami lakukan terdapat beberapa kesalahan sehingga didapat hasil yang tidak valid, kesalahan yang pertama seharusnya pada saat meletakkan lampu diukur terlebih dahulu jarak antara lampu dengan perangkat percobaan Hydrilla. Kesalahan kedua adalah ketelitian dari pengamat yang terkadang terlewat melihat gelembung yang
terbentuk.

BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Proses fotosintesis memerlukan cahaya.
2.      Fotosintesis menghasilkan oksigen yang dibuktikan dengan adanya gelembung
udara dalam tabung reaksi.
3.      Pada tempat gelap tumbuhan tidak dapat berfotosintesis.
4.      Besarnya intensitas cahaya bergantung pada jarak dari sumber cahaya tersebut.
5.      Intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis, semakin besar intensitas cahaya
maka laju fotosintesis akan semakin cepat, sebaliknya semakin kecil intensitas
cahaya maka laju fotosintesisnya akan semakin lambat. Tetapi apabila intensitas
cahayanya terlalu besar dapat merusak klorofil yang hal ini mengakibatkan
berkurangnya laju fotosintesis.

B.     Saran
1.      Dalam melakukan penelitian harus cermat, usahakan pada saat perlakuan ditempat gelap harus dipastikan tidak ada cahaya.
  

DAFTAR PUSTAKA



Tidak cantik, tidak pintar, tidak berbakat, tidak pandai bersosialisasi, tidak alim pula. Terkadang aku iri pada mereka yang diciptakan deng...